Proses Terbentuknya Hujan

 

 Kelembaban Absolute adalah jumlah kandungan uap air didalam udara dibandingkan dengan udara kering.

Kelembaban spesifik adalah rasio uap air ke udara (termasuk uap air dan udara kering) dalam suatu massa tertentu.

Mixing Ratio: perbandingan antara massa uap air (mv) terhadap massa udara kering (md).

Virga adalah fenomena yang terjadi saat kristal es di awan jatuh, namun menguap sebelum menyentuh tanah. Virga muncul seperti ekor / jejak dari awan yang menggapai permukaan tanah, kadangkala membentuk awan seperti ubur-ubur. 

            Proses Pembentukan Hujan:

Terbentuknya Hujan sangat di pengaruhi oleh konveksi di atmosfer, bumi dan lautan.
Konveksi adalah : proses pemindahan panas oleh gerak masa suatu fluida dari satu daerah ke daerah yang Lain. Konveksi bebas dalam atmosfer turut memainkan peranan penting dalam menentukan cuaca sehari-hari,sedangkan konveksi di lautan merupakan mekanisme pemindahan panas Global yang penting.
Kedua konveksi diatas dapat digunakan untuk menjelaskan terjadinya” Hujan”.Uap air berasal lautan bersama-sama dengan udara, terangkat ke atas akibat adanya gaya angkat hingga mencapai 12km – 18km dan kemudian membentuk awan. Gumpalan awan berdiameter 5 km mengandung kurang lebih 5×10^8 kg Air. Ketika campuran uap air dan udara terkondensasi, maka terbentuklah hujan yang membebaskan sekitar 108 J energi ke atmosfer”(sebanding dengan energi listrik yang di gunakan 100.000 orang dalam satu bulan)”, Udara kemudian tertekan ke bawah bersama-sama dengan air sehingga membentuk curah hujan yang awalnya cukup besar. Curah hujan akan melemah seiring dengan berkurangnya energi yang di suplai oleh campuran uap air dan udara yang naik ke atas. 

Terminal velocity adalah keseimbangan gaya antara gaya gravitasi dengan friction nya.

Downburst adalah luas hujan-pada udara dingin secara signifikan, setelah mencapai permukaan tanah, menyebar ke segala arah memproduksi angin kencang.

Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan 2 (dua) cara:

  1. Apabila udara panas lebih banyak dari uap air yang terkandung didalam udara kering cepat sekali melejat. Udara panas yang sarat dengan uap air akan naik, hingg tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap air tersebut akan mencair dan terbentuklah awan yang terdiri dari molekul- molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
  2. Suhu udara tidak berubah atau dengan kata lain stable tetapi keadaan atmosfer menjadi lembab dan kemudian udara makin lama makin menjadi semakin jenuh dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk maka titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan tersebut akan menjadi semakin berat dan perlahan-lahan daya tarik bumi atau gaya gravitasi bumi akan menariknya ke bawah, hingga sampai pada satu titik kejenuuhan dimana titik-titik air tersebut akan terus jatuh sebagai hujan.
Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas maka titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan awan tersebut selalu berubah-ubah bentuknya.
Air yang terkandung didalam awan silih berganti menguap dan mencair dan ini juga yang menyebabkan adanya jenis-jenis awan yang tidak membawa hujan.

 

Sumber: @wikipedia…

 

Tolong tinggalkan jejak biar bisa saling tukar informasi.... THANKS A LOT

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s