PUTING BELIUNG

Tornado adalah angin kencang yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung 5-30 menit akibat adanya perbedaan tekanan yang sangat besar dalam area skala yang sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan cumulunimbus (Cb)

Angin puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal dan berlapis-lapis (awan Cb) dekat dengan permukaan bumi, dimana jenis awan ini biasanya berbentuk bunga kol dan pertumbuhannya menjulang vertikal sampai pada ketinggian lebih dari 30.000 ft, dan bisa juga berasal dari multi sel awan, dengan luasan area horizontalnya sekitar 0-5 Km

Angin puting beliung kejadiannya singkat antara 3-5 menit setelah itu diikuti angin kencang yang berangsur-angsur kecepatannya melemah.

Angin puting beliung biasanya mempunyai kecepatan dapat mencapai 40-50 Km/jam atau lebih dengan durasi yang sangat singkat dan tidak sama dengan fenomena badai yang sering melanda di negara Amerika, Australia, Filipina, Jepang, Korea maupun China. Jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat lokal dan tidak merata, sedangkan angin kencang dapat berlangsung lebih dari 30 menit bahkan bisa lebih dari satu hari dengan kecepatan rata-rata 20-30 knot.

Puting beliung ini biasanya terjadi pada saat musim peralihan atau pada saat cuaca hujan atau di musim hujan yang hujannya masih banyak terjadi pada siang hari atau malam hari, karena memang fenomena nya selalu terjadi setelah lepas pukul 13.00 – 17.00 waktu setempat, namun demikian tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada malam hari.

Gejala Awal Terjadinya Puting Beliung adalah;

  1. Udara terasa panas dan gerah
  2. Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (Cu)-(awan putih yang bergerombol yang berlapis-lapis)
  3. Diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang yang secara visual seperti bunga kol.
  4. Awan tiba2 berubah warna dari warna putih menjadi warna hitam pekat (awan Cb)
  5. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sedah menjulang.
  6. Durasi fase pembentukan awan hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam, oleh karena itulah masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.

ProsesTerjadinya Puting Beliung

proses_cumulonimbus

Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh nya awan Cb yaitu seperti dijelaskan dibawah ini:

  • Fase Tumbuh
fase tumbuh
fase tumbuh

Dalam awan terdiri dari arus naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun kristal-kristal es, masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.

  • Fase Dewasa
fase dewasa masak
fase dewasa masak

Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek     antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat menimbulkan arus geser memutar, dan membentuk pusaran. Arus udara ini memutar semakin cepat, irip seperti sebuah siklon yang “menjilat”  bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air (water spout).

  • Fase Punah

fase-punah

Tidak ada massa udara naik, massa udara yang turun meluas diseluruh awan. Kondensasi berhenti, udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cumulunimbus (Cb).

Karakteristik puting beliung

  • Puting beliung merupakan dampak dari awan Cumulonimbus yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan Cumulonimbus akan menimbulkan angin puting beliung
  • Kehadirannya belum dapat diprediksi
  • Terjadi secara tiba-tiba (2-5 menit) pada area skala yang sangat lokal
  • Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner
  • Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan
  • Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah

Mitigasi Bencana Puting Beliung

1. Sebelum bencana:

  • Perlu dilakukan sosialisasi mengenai puting beliung agar masyarakat memahami dan mengenal puting beliung, baik definisi, gejala awal, karakteristik, bahaya, dan mitigasinya
  • Menyusun peta rawan bencana puting beliung berdasarkan data historis
  • Memangkas ranting pohon besar dan menebang pohon yang sudah rapuh serta tidak membiasakan memarkir kendaraan di bawah pohon besar
  • Jika tidak penting sekali, hindari bepergian apabila langit tampak awan gelap dan menggantung
  • Mengembangkan sikap sadar informasi cuaca dengan selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca atau proaktif menanyakan kondisi cuaca kepada instansi yang berwenang
  • Penyiapan lokasi yang aman untuk tempat pengungsian sementara

2. Saat bencana:

  • Segera berlindung pada bangunan yang kokoh dan aman begitu angin kencang menerjang
  • Jika memungkinkan segeralah menjauh dari lokasi kejadian karena proses terjadinya puting beliung berlangsung sangat cepat
  • Jika saat terjadi puting beliung kita berada di dalam rumah semi permanen/rumah kayu, hingga bangunan bergoyang, segeralah keluar rumah untuk mencari perlindungan di tempat lain karena bisa jadi rumah tersebut akan roboh
  • Hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, papan reklame dan jalur kabel listrik
  • Ancaman puting beliung biasanya berlangsung 5-10 menit, sehingga jangan terburu-buru keluar dari tempat perlindungan yang aman jika angin kencang belum benar-benar reda

3. Setelah bencana:

  • Melakukan koordinasi dengan berbagai pelaksana lapangan dalam pencarian dan pertolongan para korban
  • Mendirikan posko dan evakuasi korban yang selamat
  • Mendirikan tempat penampungan korban bencana secara darurat di dekat lokasi bencana atau menggunakan rumah penduduk untuk pengobatan dan dapur umum
  • Melakukan koordinasi bahan bantuan agar terdistribusi tepat sasaran dan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan menghindari para oknum yang memanfaatkan situasi
  • Melakukan evaluasi pelaksanaan pertolongan dan estimasi kerugian material

Source:

  1. Wikipedia

2 thoughts on “PUTING BELIUNG

Tolong tinggalkan jejak biar bisa saling tukar informasi.... THANKS A LOT

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s